Selasa, 09 Februari 2016



PEKALONGAN - SMPIT Assalaam Kota Pekalongan, mendirikan gedung baru yang akan mengakomodir jumlah pendaftar di sekolah islam terpadu itu.
Pendirian gedung baru yang dinamai gedung II tersebut, ditandai dengan peletakkan batu pertama yang dilakukan di komplek Gedung SMPIT di Kelurahan Kalibaros, Senin (8/2).

Peletakkan batu pertama pembanguan gedung baru, dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Al Ummah, walikota terpilih HA Alf Arslan Djunaid, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgies Diab, dan juga sejumlah anggota DPRD Kota Pekalongan.
Gedung II SMPIT Assalam akan dibangun tiga lantai, dengan jumlah 24 kelas atau delapan kelas per lantai. “Gedung II ini merupakan duplikasi dari gedung I. Kalkulasi biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp5 miliar. Sehingga dalam pembangunannya akan dilakukan secara bertahap,” terang Ketua Panitia Pembangunan, Salafudin.
Untuk tahap pertama, jelaskannya, akan dibangun terlebih dahulu pondasi gedung dengan lantai 1 yang dikalkulasikan membutuhkan biaya sebesar Rp2 miliar. “Karena kebutuhan biaya yang besar, maka pembangunan akan dilakukan bertahap. Tapi kami yakin bahwa akan ada jalan keluar untuk kebutuhan pembangunan ini,” tutur dia lagi.
Pembangunan gedung baru, kata dia, tak terlepas dari banyaknya minat masyarakat untuk menitipkan anaknya di SMPIT. Biasanya, dalam satu tahun ajaran baru SMPIT hanya menerima siswa untuk dua kelas yaitu satu kelas putra dan satu kelas putri. Akibatnya, banyak siswa yang tidak bisa mendaftar karena terbatasnya kuota.
“Penerimaan setiap tahun dengan hanya dua kelas, berlangsung sampai tahun ketiga sejak pertama SMPIT berdiri. Karena peminatnya selalu meningkat, tahun ini kami akan membuka pendaftaran untuk empat kelas yaitu dua kelas putra dan dua kelas putri. Dengan demikian, tuntutan pengembangan sarpras menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan,” terangnya.
Selam tiga tahun ini, SMPIT sudah meluluskan sebanyak 46 siswa dengan prestasi yang cukup membanggakan. Salah staunya meraih peringkat kelima se Kota Pekalongan untuk rata-rata nilai ujian akhir dan peringkat kedua rata-rata ujian akhir sekolah swasta. “Kami punya mimpi mewujudkan generasi qurani yang mampu mengemban risalah Islam dan berakhlak mulia,” kata dia.
Perwakilan wali murid yang juga walikota terpilih, A Alf Arslan Djunaid, dalam sambutannya menyatakan, pendidikan memang menjadi hal utama dalam pembangunan. Menjamin pendidikan kepada generasi muda, menurut Alex adalah tugas bersama antara pemerintah dan orang tua siswa.
Dia menilai, sistem pendidikan model SDIT maupun SMPIT bisa menjadi proyek percontohan pendidikan di Kota Pekalongan. “Sistem pendidikan yang dikembangkan di SMPIT ini seimbang antara pendidikan umum dan agama. Sehingga siswa dapat mengembangkan diri dan menguasai dua bidang ilmu tersebut secara baik,” tutur Alex.
Dirinya berharap, SMPIT bisa berkembang lebih besar lagi dengan membuka lembaga pendidikan dengan tingkat yang lebih tinggi. “Harapannya juga nanti bisa dibentuk SMA-IT bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan dengan sistem pendidikan seperti di SMPIT,” harap dia.
Ketua DPRD, Balgies Diab, dalam kesempatan tersebut langsung memberikan bantuan untuk pembangunan gedung II SMPIT Assalam. Balgies menyumbang sebanyak 80 sak semen. “Saya melihat ini adalah peletakkan batu pertama. Sehingga sesuai hari ini, tanggal 8 Februari, saya ikut menyumbang 80 sak semen,” kata Balgies.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Al Ummah yang sudah ikut berperan dalam mengembangkan pendidikan berbasis agama Islam di Kota Pekalongan. Dirinya berharap dengan peningkatan kualitas gedung bisa diiringi peningkatan dari segi kualitas. Balgies juga berpesan agar baik sekolah maupun orang tua siswa juga ikut bersama mencegah terjadinya kekerasan kepada anak.
“Kami titip agar selain dididik dalam ilmu pengetahuan, anak-anak juga dapat dididik dari segi akhlak. Sehingga kedepan bisa berkontribusi terhadap kemajuan Kota Pekalongan. Juga dapat ikut mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan kita,” tandas dia.(nul)


0 komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar sopan dan membangun. Jika tidak, kami akan menghapusnya

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube