********************

Senin, 16 Juli 2012

Assalaam Boarding School Pekalongan

Latar Belakang

Kejayaan pendidikan Islam dan dominasi intelektualitas Islam terjadi jika sudut pandang Islam yang syamil, integral dan terpadu menjadi ruh dalam pengembangan pendidikan. Lahirnya intelektual muslim visioner dalam segala bidang pada abad pertengahan, berkembangnya ilmu pengetahuan di Bagdad dan peradaban Islam di Qordoba terjadi karena ditunjang oleh luasnya ruang eksplorasi, berpikir dan berkarya yang dikerangkai dengan keyakinan yang kuat terhadap Islam, tidak ada dikotomi yang memisahkan antara urusan dunia dan urusan agama.

Maka menjadi sangat faktual jika seorang Ibnu Sina menjadi sosok intelektual yang brilian dalam dunia kedokteran disaat yang sama juga sebagai seorang alim dalam urusan agama, dua sisi yang saling menguatkan. Syakhsiyah Islamiyah (pribadi islami) demikian yang harus dimunculkan pada saat ini untuk membenahi kemunduran dan kerusakan masyarakat yang berawal dari munculnya dikotomi dalam pendidikan dan kehidupan pada umumnya.

Disisi lain, globalisasi menjadikan antar negara saling terbuka dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Perkembangan teknologi informasi menjadikan interaksi antar masyarakat dunia semakin intensif dan nyata tanpa terkotak dengan batasan geografis. Hal demikian menjadikan derasnya arus pengaruh budaya, perilaku, pemikiran asing ke negeri Indonesia tercinta. Pengaruh positif yang konstruktif sangat dibutuhkan dalam membangun peradaban negeri namun pengaruh yang negatif dan berbahaya bagi peradaban terutama keselamatan aqidah dan akhlak harus dicegah dan dimatikan. Pencegahan pengaruh negatif dapat dilakukan dengan regulasi kebijakan oleh pemerintah dalam skala masif sistemik dan penguatan ketahanan internal pada setiap muslim dalam skala individual. Kuatnya ketahanan internal seorang muslim akan mempengaruhi daya tahan dalam menghadapi terpaan pengaruh yang begitu deras. Bak pertahanan tubuh, jika imunitas tubuh kuat maka serangan penyakit akan sulit berpengaruh pada tubuh, namun jika imunitas lemah maka penyakit akan mudah menjangkit. Seterusnya secara simultan dengan semakin banyak individu-individu yang memiliki ketahanan internal kuat akan menjadi masyarakat muslim yang kuat.

Pembentukan syakhsiyah Islamiyah yang memiliki ketahan internal kuat merupakan misi YP2SI Al Ummah yang telah direalisasikan dan dikembangkan melalui program pembinaan non formal (tarbiyah) dan pendidikan formal (PAUD, TKIT dan SDIT).  Dalam rangka mengokohkan misi tersebut pada tahap selanjutnya YP2SI Al-Ummah bertekad mengembangkan model lembaga pendidikan formal berbasis Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an. PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan menerapkan konsep pendidikan Islam terpadu dengan memadukan kurikulum pendidikan nasional dan materi-materi diniyah plus tahfidzul Qur’an dalam asrama. Dalam rangka merealisasikan tujuan YP2SI Al Ummah akan mendirikan PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan pada lahan seluas 1,4 ha yang berlokasi di Jl. Ir. Sutami, Kalibanger KM-1 Kelurahan Sokorejo Kota Pekalongan.


SEKILAS SEJARAH

Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Insani (YP2SI) Al-Ummah  Pekalongan didirikan dengan sebuah tekad untuk mengembangkan da’wah di Pekalongan dan sekitarnya melalui lembaga formal berbadan hukum. Pada era sebelum yayasan berdiri aktifitas dakwah dilakukan melalui sekolah-sekolah, majlis taklim, pelatihan, kursus, silaturahim tokoh dan pembinaan remaja masjid bekerjasama dengan Remaja Masjid Al-Karomah (REMAKA) Tirto Kota Pekalongan. Tahun 1995 gagasan untuk mendirikan lembaga berbadan hukum sebagai sarana menampung visi, misi, ide dan kreatifitas dalam mengembangkan program dakwah yang manhajiyah direalisasikan dengan didirikannya Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (YP2SI) Al Ummah.  Tanggal 1 Nopember 1995 dengan Akta Notaris nomor 2 dari Kantor Notaris Sopirman Suparman SH YP2SI Al Ummah secara resmi berdiri sebagai lembaga yang berbadan hukum. Trio aktifis yang dibesarkan sebagai aktifis dakwah kampus pada era rezim orde baru, Drs. Solikhin DR, MPH, Apt alumni S1 dan S2 UGM, Salafudin M.Si alumni S1 MIPA Universitas Diponegoro dan S2 UGM,  dan Ust Abdul Adzim Al Hafidz alumni Pondok Pesantren di Bogor membidani lahirnya yayasan di Pekalongan tersebut dengan masing-masing menempati posisi sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Mengikuti regulasi peraturan perundangan yang dibuat pemerintah untuk mengatur keberadaan ormas (termasuk yayasan), YP2SI Al Ummah telah melakukan registrasi ulang dengan berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 1 November 2007 dari Kantor Notaris: Raden Sukoco, SH pada Kementrian Hukum dan Perundangan. Sejak 1995 YP2SI Al Ummah secara bergantian dipimpin anak-anak muda yang memiliki integritas tinggi untuk memunculkan ide kreatif dalam da’wah Islam, tercatat Solikhin DR, Salafuddin, Syaiful Imron, Nur Ali Azis dan Sholahuddin masing-masing telah berperan secara bergantian membangun YP2SI Al Ummah menjadi lembaga yang memiliki fungsi nasyrul fikrah, pengembangan potensi dan sebagai lembaga rujukan.

Raudhatul Athfal Islam Terpadu (RAIT/TKIT) Ulul Albab di Pesindon merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan YP2SI Al Ummah pada tahun 2000. Bertempat pada gedung milik Ibu Hj. Latifah Jahri di Jl. Hayam Wuruk, Pesindon Gg 1A/14 Bendan Kota Pekalongan kegiatan belajar mengajar telah dilakukan hingga saat ini. Tahun 2001 dibawah kepemimpinan ustadz Saiful Imron Akt, YP2SI Al Ummah mendirikan SDIT Ulul Albab Pekalongan dengan lokasi kegiatan belajar mengajar di rumah tempo doeloe milik keluarga Bp. Sutrisno Bakhir yang berada satu komplek dengan gedung RAIT/TKIT. Pengembangan kelas dilakukan pada tahun 2002 dengan mendirikan 2 ruang kelas diatas tanah milik Bp. Sutrisno Bakhir, hingga saat ini di lokasi tersebut telah dikembangkan dan dibangun gedung berlantai dua (Kampus 1 SDIT Ulul Albab Pekalongan, Pesindon). 

Tingginya minat masyarakat muslim Pekalongan dan sekitarnya pada pendidikan Islam alternatif menjadikan SDIT dan RAIT/TKIT Ulul Albab tidak mampu menampung permintaan masyarakat. Memperhatikan hal tersebut dan mengacu pada visi pengembangan dakwah yayasan maka pada tahun 2004 YP2SSI Al Ummah mendirikan TKIT Ulul Albab 2 dengan kontrak gedung di Jl. KH. Mansyur, Gang 1 Bendan Pekalongan Barat yang selanjutnya pindah ke gedung milik yayasan di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan. Pada waktu yang sama SDIT membutuhkan perluasan untuk pengembangan kelas, namun tidak mungkin dilakukan di Pesindon karena keterbatasan lahan. Tahun 2004 YP2SI Al Ummah melakukan komunikasi dengan Yayasan Al Ishlah pengelola gedung dan tanah wakaf dr. Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan), Hj. Aminah (Ibunda Basyir Ahmad),  H. Edy Supardi, dr. Jazuli Kurdi dan H. Abdul Aziz di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan untuk menggunakan komplek bangunan Pesantren Al Ishlah di lokasi tersebut untuk tempat kegiatan belajar mengajar SDIT Ulul Albab Pekalongan. Disetujui penggunaan gedung Al Ishlah di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan oleh SDIT Ulul Albab selanjutnya kegiatan belajar mengajar Kelas 3 – 6 dan TKIT Ulul Albab 2 dilakukan di lokasi tersebut hingga sekarang (Kampus 2 SDIT Ulul Albab, Keraton).

Tahun 2008 YP2SI Al Ummah dalam kendali ketua Dr. Nur Ali Aziz membeli lahan 1,2 ha yang dipersiapkan untuk pendirian Pesantren Tahfidzul Qur’an dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT). Dikarenakan kendala dana, sarana dan prasarana pada saat itu menjadikan rencana pendirian SMPIT di tunda. Dengan keyakinan tinggi disertai harapan dan dukungan dari berbagai pihak, YP2SI  Al-Ummah dibawah H.M. Sholahudin, M.A. bertekad untuk merealisasikan pendirian PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan dengan target kegiatan belajar mengajar Tahun Pelajaran 2012/2013 telah dilakukan di lokasi pondok.
Dengan bersandar pada keyakinan adanya pertolongan Allah SWT, YP2SI Al Ummah maka didirianlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN.

Visi Misi, Tujuan dan Karakteristik 

Visi      :
Terwujudnya generasi Qur’ani pengemban risalah Islam, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, terampil dalam hidup dan siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Indikator Visi  :
1.      Siswa mampu membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an.
2.      Terbentuknya syaksiyah Islamiyah (kepribadian Islami) pada peserta didik dan semua civitas akademika.
3.      Terwujudnya kader dakwah yang tangguh
4.      Pembelajaran yang terpadu, menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.      Pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.      Pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.      Menjadi lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.

Misi     :
1.         Melaksanakan pembelajaran Al-Qur’an yang terpadu
2.         Membentuk karakter islami pada peserta didik dan semua civitas akademika
3.         Menyiapkan kader dakwah yang tangguh
4.         Melaksanakan pembelajaran secara menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.         Mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.         Menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.         Menjadikan  SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan sebagai lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.

Tujuan Umum :
Membina peserta didik untuk menjadi insan muttaqien yang memiliki karakter; aqidah yang bersih (salimul aqidah), ibadah yang benar (shahihul ibadah), pribadi yang matang (matinul khuluq), mandiri (qadirun alal kasbi), cerdas dan berpengetahuan (mutsaqqaful fikri), sehat dan kuat (qawiyul jismi), bersungguh-sungguh dan disiplin (mujahidun linafshi), tertib dan cermat (munazhzhom fi syu’unihi), efisien (haritsun ’ala waqtihi), dan bermanfaat bagi orang lain (nafiun lighoirihi)

Tujuan Khusus :
1.            Mencetak peserta didik memiliki hafalan Al-Qur’an 6 (enam) sampai 15 juz;
2.            Membentuk peserta didik memiliki sepuluh kompetensi bersih aqidah, matang akhlaknya, shohih ibadahnya, kuat fisiknya, intelek dan cerdas pemikirannya, berjiwa pejuang, efisien mengatur waktu, teratur semua urusannya, memiliki kemandirian dan berguna bagi orang lain;
3.            Menyiapkan peserta didik untuk menjadi  pribadi yang mampu membawa perubahan ke arah kebaikan di masyarakat;
4.            Menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi informasi;
5.            Membekali peserta didik dengan pengetahuan kewirausahaan;
6.            Membiasakan peserta didik berkomunikasi dengan bahasa arab dan bahasa inggris .

Karakteristik :
1.        Menanamkan nilai Islam dalam setiap kegiatan sekolah dan pondok.
2.        Mengintegrasikan nilai kauniyah dan qauliyah dalam kurikulum.
3.        Menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
4.        Mengedepankan keteladanan yang baik (qudwah hasanah) dalam membentuk karakter peserta didik.
5.        Menumbuhkan lingkungan yang baik (biah solihah) di sekolah dan pondok.
6.         Melibatkan peran-serta orang tua dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pendidikan.
7.        Mengutamakan ukhuwah dalam setiap interaksi antar civitas akademika.
8.        Membangun budaya rawat, resik, rapih, runut, ringkas, sehat, dan asri. (R5SA).
9.        Membudayakan profesionalitas di kalangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

10 Muwashofat (Kaarakter) :

1.        Aqidah yang Bersih (Salimul Aqidah)
Meyakini Allah SWT sebagai pencipta, pemilik, pemelihara, dan penguasa alam semesta dan menjauhkan diri dari segala fikiran, sikap dan perilaku bid’ah, khurafat dan syirik.
2.        Ibadah yang Benar (Shahihul Ibadah)
Terbiasa dan gemar melaksanakan ibadah yang antara lain meliputi : Sholat, Shoum (puasa), Tilawah Al-Qur’an, Dzikir dan do’a sesuai petunjuk Al-Qur’an dan Assunnah.
3.        Pribadi yang Matang (Matinul Khuluk)
Menampilkan perilaku yang santun, tertib dan disiplin, peduli terhadap sesama dan lingkungan serta sabar, ulet dan pemberani dalam menghadapi permasalahan hidup sehari-hari.
4.        Mandiri (Qodirun Alal Kasb)
Mandiri dalam memenuhi segala keperluan hidupnya dan memiliki bekal yang cukup dalam pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
5.        Cerdas dan Berpengetahuan (Mutsaqaful Fikri)
Memiliki kemampuan berfikir yang kritis, logis, sistematis dan kreatif yang menjadikan dirinya berpengetahuan luas dan menguasai bahan ajar sebaik-baiknya, dan cermat serta cerdik dalam mengatasi segala problem yang dihadapi.
6.        Sehat dan Kuat (Qawiyul Jism)
Memiliki badan dan jiwa yang sehat dan bugar, stamina dan daya tahan tubuh yang kuat, serta ketrampilan beladiri yang cukup untuk menjaga diri dari kejahatan pihak lain.
7.        Bersungguh-sungguh dan Disiplin (Mujahidun Linafsihi)
Memiliki kesungguhan dan motivasi yang tinggi dalam memperbaiki diri dan lingkungannya yang ditunjukkan dengan etos dan kedisiplinan kerja yang baik.
8.        Tertib dan Cermat (Munazhoman Fi Syu’unihi)
Tertib dalam menata segala pekerjaan, tugas dan kewajiban, berani dalam mengambil resiko namun tetap cermat dan penuh perhitungan dalam melangkah.
9.        Efisien (Haritsun ‘Ala Waqtihi)
Selalu memanfaatkan waktu dengan pekerjaan yang bermanfaat, mampu mengatur jadwal kegiatan sesuai dengan sekala perioritas.
10.    Bermanfaat (Nafiun Lighairihi)
Peduli kepada sesama dan memiliki kepekaan dan ketrampilan untuk membantu orang lain yang memerlukan pertolongan.


Assalaam Learning Character (ALC)

Karakter pembelajaran SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan disebut dengan Assalaam Learning Character (ALC) adalah ciri khas metode pembelajaran yang berbasis pada pendidikan berkelanjutan (tarbiyah madal hayah), dengan unsur :

1.        Islamic Integrated Learning, yakni semua pembelajaran dibingkai dengan ajaran dan pesan-pesan nilai Islam.
2.        Enterpreneurship, yakni penumbuhkembangan jiwa kewirausahaan, kemandirian, dan ketrampilan berwirausaha.
3.        Tahfizhul Qur’an Approach, yakni Tahfizhul Qur’an disamping sebagai mata pelajaran, juga sebagai pendekatan membentuk dan mempertahankan karakter baik.
4.        Creativity & Problem Solving, yakni kebiasaan peserta didik untuk menciptakan produk dan kebiasaan menyelesaikan masalahnya sendiri.
5.        Multiple Intelligences Strategy, yakni strategi pembelajaran dengan berbagai pendekatan metodologi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
6.        Student Centered Approach, yakni pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada peserta didik.
7.        Islamic Character Building, yakni pembentukan karakter peserta didik berbasis pada 10 muwashofat muslim.
8.        Life Skill, yakni pengembangan ketrampilan hidup, kemandirian, kepemimpinan, dan kerjasama.


KURIKULUM TERPADU
SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan menerapkan Kurikulum Nasional yang diperkaya dengan kurikulum tarbiyah islamiyah (pendidikan Islam). Kurikulum tarbiyah islamiyah  SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan yang dimaksud adalah tambahan  muatan: pelajaran diniyah (agama Islam), program Tahfizhul Qur’an (hafalan Al qu`an), Kepanduan /Kepramukaan, Mentoring Islamic Character Building,  dan kewirausahaan.

KURIKULUM TAHFIZHUL QUR’AN.
Kurikulum ini disusun secara mandiri oleh SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan dengan fokus pada pencapaian target hafalan Al Qur’an para peserta didik mampu menghafal Al-Qur’an 6 s/d 15 Juz Al-Qur’an.

 

0 komentar:

Poskan Komentar

Mohon komentar sopan dan membangun. Jika tidak, kami akan menghapusnya

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube