Senin, 16 Juli 2012

VISI, MISI, TUJUAN DAN KARAKTERISTIK


 
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan memiliki visi, misi, tujuan dan Karakteristi sebagai berikut :

Visi      :
Terwujudnya generasi Qur’ani pengemban risalah Islam, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, terampil dalam hidup, berwawasan lingkungan dan siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
Indikator Visi  :
1.     Siswa mampu membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an.
2.  Terbentuknya syaksiyah Islamiyah (kepribadian Islami) pada peserta didik dan semua civitas akademika.
3.     Terwujudnya kader dakwah yang tangguh
4.    Pembelajaran yang terpadu, menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.    Pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.    Pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.   Menjadi lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.
8.  Pembelajaran kegiatan seni budaya edukasi dan ketrampilan serta kegiatan penataan lingkungan.

Misi     :
1.       Melaksanakan pembelajaran Al-Qur’an yang terpadu
2.       Membentuk karakter islami pada peserta didik dan semua civitas akademika
3.       Menyiapkan kader dakwah yang tangguh
4.   Melaksanakan pembelajaran secara menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.      Mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.      Menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.    Menjadikan  SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan sebagai lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.
8.   Melaksanakan kegiatan seni budaya edukatif dan ketrampilan serta kegiatan penataan lingkungan.
Tujuan Umum :
Membina peserta didik untuk menjadi insan muttaqien yang memiliki karakter; aqidah yang bersih (salimul aqidah), ibadah yang benar (shahihul ibadah), pribadi yang matang (matinul khuluq), mandiri (qadirun alal kasbi), cerdas dan berpengetahuan (mutsaqqaful fikri), sehat dan kuat (qawiyul jismi), bersungguh-sungguh dan disiplin (mujahidun linafshi), tertib dan cermat (munazhzhom fi syu’unihi), efisien (haritsun ’ala waqtihi), dan bermanfaat bagi orang lain (nafiun lighoirihi)
Tujuan Khusus :
1.     Mencetak peserta didik memiliki hafalan Al-Qur’an 6 (enam) sampai 15 juz;
2.   Membentuk peserta didik memiliki sepuluh kompetensi bersih aqidah, matang akhlaknya, shohih ibadahnya, kuat fisiknya, intelek dan cerdas pemikirannya, berjiwa pejuang, efisien mengatur waktu, teratur semua urusannya, memiliki kemandirian dan berguna bagi orang lain;
3.      Menyiapkan peserta didik untuk menjadi  pribadi yang mampu membawa perubahan ke arah kebaikan di masyarakat;
4.        Menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi informasi;
5.        Membekali peserta didik dengan pengetahuan kewirausahaan;
6.        Membiasakan peserta didik berkomunikasi dengan bahasa arab dan bahasa inggris .
7.  Melaksanakan pembinaan kegiatan seni budaya edukatif dan ketrampilan serta melaksanakan kegiatan berbasis lingkungan.
Karakteristik :
1.        Menanamkan nilai Islam dalam setiap kegiatan sekolah dan pondok.
2.        Mengintegrasikan nilai kauniyah dan qauliyah dalam kurikulum.
3.     Menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
4.     Mengedepankan keteladanan yang baik (qudwah hasanah) dalam membentuk karakter peserta didik.
5.        Menumbuhkan lingkungan yang baik (biah solihah) di sekolah dan pondok.
6.    Melibatkan peran-serta orang tua dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pendidikan.
7.        Mengutamakan ukhuwah dalam setiap interaksi antar civitas akademika.
8.        Membangun budaya rawat, resik, rapih, runut, ringkas, sehat, dan asri. (R5SA).
9.        Membudayakan profesionalitas di kalangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Assalaam Boarding School Pekalongan

Latar Belakang

Kejayaan pendidikan Islam dan dominasi intelektualitas Islam terjadi jika sudut pandang Islam yang syamil, integral dan terpadu menjadi ruh dalam pengembangan pendidikan. Lahirnya intelektual muslim visioner dalam segala bidang pada abad pertengahan, berkembangnya ilmu pengetahuan di Bagdad dan peradaban Islam di Qordoba terjadi karena ditunjang oleh luasnya ruang eksplorasi, berpikir dan berkarya yang dikerangkai dengan keyakinan yang kuat terhadap Islam, tidak ada dikotomi yang memisahkan antara urusan dunia dan urusan agama.

Maka menjadi sangat faktual jika seorang Ibnu Sina menjadi sosok intelektual yang brilian dalam dunia kedokteran disaat yang sama juga sebagai seorang alim dalam urusan agama, dua sisi yang saling menguatkan. Syakhsiyah Islamiyah (pribadi islami) demikian yang harus dimunculkan pada saat ini untuk membenahi kemunduran dan kerusakan masyarakat yang berawal dari munculnya dikotomi dalam pendidikan dan kehidupan pada umumnya.

Disisi lain, globalisasi menjadikan antar negara saling terbuka dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Perkembangan teknologi informasi menjadikan interaksi antar masyarakat dunia semakin intensif dan nyata tanpa terkotak dengan batasan geografis. Hal demikian menjadikan derasnya arus pengaruh budaya, perilaku, pemikiran asing ke negeri Indonesia tercinta. Pengaruh positif yang konstruktif sangat dibutuhkan dalam membangun peradaban negeri namun pengaruh yang negatif dan berbahaya bagi peradaban terutama keselamatan aqidah dan akhlak harus dicegah dan dimatikan. Pencegahan pengaruh negatif dapat dilakukan dengan regulasi kebijakan oleh pemerintah dalam skala masif sistemik dan penguatan ketahanan internal pada setiap muslim dalam skala individual. Kuatnya ketahanan internal seorang muslim akan mempengaruhi daya tahan dalam menghadapi terpaan pengaruh yang begitu deras. Bak pertahanan tubuh, jika imunitas tubuh kuat maka serangan penyakit akan sulit berpengaruh pada tubuh, namun jika imunitas lemah maka penyakit akan mudah menjangkit. Seterusnya secara simultan dengan semakin banyak individu-individu yang memiliki ketahanan internal kuat akan menjadi masyarakat muslim yang kuat.

Pembentukan syakhsiyah Islamiyah yang memiliki ketahan internal kuat merupakan misi YP2SI Al Ummah yang telah direalisasikan dan dikembangkan melalui program pembinaan non formal (tarbiyah) dan pendidikan formal (PAUD, TKIT dan SDIT).  Dalam rangka mengokohkan misi tersebut pada tahap selanjutnya YP2SI Al-Ummah bertekad mengembangkan model lembaga pendidikan formal berbasis Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an. PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan menerapkan konsep pendidikan Islam terpadu dengan memadukan kurikulum pendidikan nasional dan materi-materi diniyah plus tahfidzul Qur’an dalam asrama. Dalam rangka merealisasikan tujuan YP2SI Al Ummah akan mendirikan PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan pada lahan seluas 1,4 ha yang berlokasi di Jl. Ir. Sutami, Kalibanger KM-1 Kelurahan Sokorejo Kota Pekalongan.


SEKILAS SEJARAH

Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Insani (YP2SI) Al-Ummah  Pekalongan didirikan dengan sebuah tekad untuk mengembangkan da’wah di Pekalongan dan sekitarnya melalui lembaga formal berbadan hukum. Pada era sebelum yayasan berdiri aktifitas dakwah dilakukan melalui sekolah-sekolah, majlis taklim, pelatihan, kursus, silaturahim tokoh dan pembinaan remaja masjid bekerjasama dengan Remaja Masjid Al-Karomah (REMAKA) Tirto Kota Pekalongan. Tahun 1995 gagasan untuk mendirikan lembaga berbadan hukum sebagai sarana menampung visi, misi, ide dan kreatifitas dalam mengembangkan program dakwah yang manhajiyah direalisasikan dengan didirikannya Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (YP2SI) Al Ummah.  Tanggal 1 Nopember 1995 dengan Akta Notaris nomor 2 dari Kantor Notaris Sopirman Suparman SH YP2SI Al Ummah secara resmi berdiri sebagai lembaga yang berbadan hukum. Trio aktifis yang dibesarkan sebagai aktifis dakwah kampus pada era rezim orde baru, Drs. Solikhin DR, MPH, Apt alumni S1 dan S2 UGM, Salafudin M.Si alumni S1 MIPA Universitas Diponegoro dan S2 UGM,  dan Ust Abdul Adzim Al Hafidz alumni Pondok Pesantren di Bogor membidani lahirnya yayasan di Pekalongan tersebut dengan masing-masing menempati posisi sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Mengikuti regulasi peraturan perundangan yang dibuat pemerintah untuk mengatur keberadaan ormas (termasuk yayasan), YP2SI Al Ummah telah melakukan registrasi ulang dengan berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 1 November 2007 dari Kantor Notaris: Raden Sukoco, SH pada Kementrian Hukum dan Perundangan. Sejak 1995 YP2SI Al Ummah secara bergantian dipimpin anak-anak muda yang memiliki integritas tinggi untuk memunculkan ide kreatif dalam da’wah Islam, tercatat Solikhin DR, Salafuddin, Syaiful Imron, Nur Ali Azis dan Sholahuddin masing-masing telah berperan secara bergantian membangun YP2SI Al Ummah menjadi lembaga yang memiliki fungsi nasyrul fikrah, pengembangan potensi dan sebagai lembaga rujukan.

Raudhatul Athfal Islam Terpadu (RAIT/TKIT) Ulul Albab di Pesindon merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan YP2SI Al Ummah pada tahun 2000. Bertempat pada gedung milik Ibu Hj. Latifah Jahri di Jl. Hayam Wuruk, Pesindon Gg 1A/14 Bendan Kota Pekalongan kegiatan belajar mengajar telah dilakukan hingga saat ini. Tahun 2001 dibawah kepemimpinan ustadz Saiful Imron Akt, YP2SI Al Ummah mendirikan SDIT Ulul Albab Pekalongan dengan lokasi kegiatan belajar mengajar di rumah tempo doeloe milik keluarga Bp. Sutrisno Bakhir yang berada satu komplek dengan gedung RAIT/TKIT. Pengembangan kelas dilakukan pada tahun 2002 dengan mendirikan 2 ruang kelas diatas tanah milik Bp. Sutrisno Bakhir, hingga saat ini di lokasi tersebut telah dikembangkan dan dibangun gedung berlantai dua (Kampus 1 SDIT Ulul Albab Pekalongan, Pesindon). 

Tingginya minat masyarakat muslim Pekalongan dan sekitarnya pada pendidikan Islam alternatif menjadikan SDIT dan RAIT/TKIT Ulul Albab tidak mampu menampung permintaan masyarakat. Memperhatikan hal tersebut dan mengacu pada visi pengembangan dakwah yayasan maka pada tahun 2004 YP2SSI Al Ummah mendirikan TKIT Ulul Albab 2 dengan kontrak gedung di Jl. KH. Mansyur, Gang 1 Bendan Pekalongan Barat yang selanjutnya pindah ke gedung milik yayasan di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan. Pada waktu yang sama SDIT membutuhkan perluasan untuk pengembangan kelas, namun tidak mungkin dilakukan di Pesindon karena keterbatasan lahan. Tahun 2004 YP2SI Al Ummah melakukan komunikasi dengan Yayasan Al Ishlah pengelola gedung dan tanah wakaf dr. Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan), Hj. Aminah (Ibunda Basyir Ahmad),  H. Edy Supardi, dr. Jazuli Kurdi dan H. Abdul Aziz di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan untuk menggunakan komplek bangunan Pesantren Al Ishlah di lokasi tersebut untuk tempat kegiatan belajar mengajar SDIT Ulul Albab Pekalongan. Disetujui penggunaan gedung Al Ishlah di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan oleh SDIT Ulul Albab selanjutnya kegiatan belajar mengajar Kelas 3 – 6 dan TKIT Ulul Albab 2 dilakukan di lokasi tersebut hingga sekarang (Kampus 2 SDIT Ulul Albab, Keraton).

Tahun 2008 YP2SI Al Ummah dalam kendali ketua Dr. Nur Ali Aziz membeli lahan 1,2 ha yang dipersiapkan untuk pendirian Pesantren Tahfidzul Qur’an dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT). Dikarenakan kendala dana, sarana dan prasarana pada saat itu menjadikan rencana pendirian SMPIT di tunda. Dengan keyakinan tinggi disertai harapan dan dukungan dari berbagai pihak, YP2SI  Al-Ummah dibawah H.M. Sholahudin, M.A. bertekad untuk merealisasikan pendirian PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan dengan target kegiatan belajar mengajar Tahun Pelajaran 2012/2013 telah dilakukan di lokasi pondok.
Dengan bersandar pada keyakinan adanya pertolongan Allah SWT, YP2SI Al Ummah maka didirianlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN.

Visi Misi, Tujuan dan Karakteristik 

Visi      :
Terwujudnya generasi Qur’ani pengemban risalah Islam, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, terampil dalam hidup dan siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Indikator Visi  :
1.      Siswa mampu membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an.
2.      Terbentuknya syaksiyah Islamiyah (kepribadian Islami) pada peserta didik dan semua civitas akademika.
3.      Terwujudnya kader dakwah yang tangguh
4.      Pembelajaran yang terpadu, menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.      Pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.      Pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.      Menjadi lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.

Misi     :
1.         Melaksanakan pembelajaran Al-Qur’an yang terpadu
2.         Membentuk karakter islami pada peserta didik dan semua civitas akademika
3.         Menyiapkan kader dakwah yang tangguh
4.         Melaksanakan pembelajaran secara menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.         Mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.         Menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.         Menjadikan  SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan sebagai lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.

Tujuan Umum :
Membina peserta didik untuk menjadi insan muttaqien yang memiliki karakter; aqidah yang bersih (salimul aqidah), ibadah yang benar (shahihul ibadah), pribadi yang matang (matinul khuluq), mandiri (qadirun alal kasbi), cerdas dan berpengetahuan (mutsaqqaful fikri), sehat dan kuat (qawiyul jismi), bersungguh-sungguh dan disiplin (mujahidun linafshi), tertib dan cermat (munazhzhom fi syu’unihi), efisien (haritsun ’ala waqtihi), dan bermanfaat bagi orang lain (nafiun lighoirihi)

Tujuan Khusus :
1.            Mencetak peserta didik memiliki hafalan Al-Qur’an 6 (enam) sampai 15 juz;
2.            Membentuk peserta didik memiliki sepuluh kompetensi bersih aqidah, matang akhlaknya, shohih ibadahnya, kuat fisiknya, intelek dan cerdas pemikirannya, berjiwa pejuang, efisien mengatur waktu, teratur semua urusannya, memiliki kemandirian dan berguna bagi orang lain;
3.            Menyiapkan peserta didik untuk menjadi  pribadi yang mampu membawa perubahan ke arah kebaikan di masyarakat;
4.            Menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi informasi;
5.            Membekali peserta didik dengan pengetahuan kewirausahaan;
6.            Membiasakan peserta didik berkomunikasi dengan bahasa arab dan bahasa inggris .

Karakteristik :
1.        Menanamkan nilai Islam dalam setiap kegiatan sekolah dan pondok.
2.        Mengintegrasikan nilai kauniyah dan qauliyah dalam kurikulum.
3.        Menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
4.        Mengedepankan keteladanan yang baik (qudwah hasanah) dalam membentuk karakter peserta didik.
5.        Menumbuhkan lingkungan yang baik (biah solihah) di sekolah dan pondok.
6.         Melibatkan peran-serta orang tua dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pendidikan.
7.        Mengutamakan ukhuwah dalam setiap interaksi antar civitas akademika.
8.        Membangun budaya rawat, resik, rapih, runut, ringkas, sehat, dan asri. (R5SA).
9.        Membudayakan profesionalitas di kalangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

10 Muwashofat (Kaarakter) :

1.        Aqidah yang Bersih (Salimul Aqidah)
Meyakini Allah SWT sebagai pencipta, pemilik, pemelihara, dan penguasa alam semesta dan menjauhkan diri dari segala fikiran, sikap dan perilaku bid’ah, khurafat dan syirik.
2.        Ibadah yang Benar (Shahihul Ibadah)
Terbiasa dan gemar melaksanakan ibadah yang antara lain meliputi : Sholat, Shoum (puasa), Tilawah Al-Qur’an, Dzikir dan do’a sesuai petunjuk Al-Qur’an dan Assunnah.
3.        Pribadi yang Matang (Matinul Khuluk)
Menampilkan perilaku yang santun, tertib dan disiplin, peduli terhadap sesama dan lingkungan serta sabar, ulet dan pemberani dalam menghadapi permasalahan hidup sehari-hari.
4.        Mandiri (Qodirun Alal Kasb)
Mandiri dalam memenuhi segala keperluan hidupnya dan memiliki bekal yang cukup dalam pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
5.        Cerdas dan Berpengetahuan (Mutsaqaful Fikri)
Memiliki kemampuan berfikir yang kritis, logis, sistematis dan kreatif yang menjadikan dirinya berpengetahuan luas dan menguasai bahan ajar sebaik-baiknya, dan cermat serta cerdik dalam mengatasi segala problem yang dihadapi.
6.        Sehat dan Kuat (Qawiyul Jism)
Memiliki badan dan jiwa yang sehat dan bugar, stamina dan daya tahan tubuh yang kuat, serta ketrampilan beladiri yang cukup untuk menjaga diri dari kejahatan pihak lain.
7.        Bersungguh-sungguh dan Disiplin (Mujahidun Linafsihi)
Memiliki kesungguhan dan motivasi yang tinggi dalam memperbaiki diri dan lingkungannya yang ditunjukkan dengan etos dan kedisiplinan kerja yang baik.
8.        Tertib dan Cermat (Munazhoman Fi Syu’unihi)
Tertib dalam menata segala pekerjaan, tugas dan kewajiban, berani dalam mengambil resiko namun tetap cermat dan penuh perhitungan dalam melangkah.
9.        Efisien (Haritsun ‘Ala Waqtihi)
Selalu memanfaatkan waktu dengan pekerjaan yang bermanfaat, mampu mengatur jadwal kegiatan sesuai dengan sekala perioritas.
10.    Bermanfaat (Nafiun Lighairihi)
Peduli kepada sesama dan memiliki kepekaan dan ketrampilan untuk membantu orang lain yang memerlukan pertolongan.


Assalaam Learning Character (ALC)

Karakter pembelajaran SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan disebut dengan Assalaam Learning Character (ALC) adalah ciri khas metode pembelajaran yang berbasis pada pendidikan berkelanjutan (tarbiyah madal hayah), dengan unsur :

1.        Islamic Integrated Learning, yakni semua pembelajaran dibingkai dengan ajaran dan pesan-pesan nilai Islam.
2.        Enterpreneurship, yakni penumbuhkembangan jiwa kewirausahaan, kemandirian, dan ketrampilan berwirausaha.
3.        Tahfizhul Qur’an Approach, yakni Tahfizhul Qur’an disamping sebagai mata pelajaran, juga sebagai pendekatan membentuk dan mempertahankan karakter baik.
4.        Creativity & Problem Solving, yakni kebiasaan peserta didik untuk menciptakan produk dan kebiasaan menyelesaikan masalahnya sendiri.
5.        Multiple Intelligences Strategy, yakni strategi pembelajaran dengan berbagai pendekatan metodologi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
6.        Student Centered Approach, yakni pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada peserta didik.
7.        Islamic Character Building, yakni pembentukan karakter peserta didik berbasis pada 10 muwashofat muslim.
8.        Life Skill, yakni pengembangan ketrampilan hidup, kemandirian, kepemimpinan, dan kerjasama.


KURIKULUM TERPADU
SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan menerapkan Kurikulum Nasional yang diperkaya dengan kurikulum tarbiyah islamiyah (pendidikan Islam). Kurikulum tarbiyah islamiyah  SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan yang dimaksud adalah tambahan  muatan: pelajaran diniyah (agama Islam), program Tahfizhul Qur’an (hafalan Al qu`an), Kepanduan /Kepramukaan, Mentoring Islamic Character Building,  dan kewirausahaan.

KURIKULUM TAHFIZHUL QUR’AN.
Kurikulum ini disusun secara mandiri oleh SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan dengan fokus pada pencapaian target hafalan Al Qur’an para peserta didik mampu menghafal Al-Qur’an 6 s/d 15 Juz Al-Qur’an.

 

Senin, 18 Juni 2012


Dokumentasi Launching Assalaam Boarding School Pekalongan

Launching SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan pada Senin, 18 Juni 2012 ditandai dengan peluncuran roket oleh Drs. Sukro Muhab, M.Si (Ketua Umum JSIT Indonesia) bertempat di Kawasan Assalaam Boarding School Pekalongan. Bersamaan dengan itu pula diiringi dengan pelepasan balon oleh Drs. Bambang Subekti selaku Kepala SMP-IT Assalaam Boarding School Pekalongan. 



Drs. Sukro Muhab, M.Si selaku ketua JSIT Indonesia bersiap melaunching SMPIT ABSP

Sesaat setelah tombol ditekan, roket pun meluncur membelah langit Sokorejo...

Tim Roket dari PPIPTEK TMII sedang mempersiapkan roket sebelum acara dimulai
Ir. HM Muchlis Ariston, sang arsitek kawasan Assalaam Boarding School Pekalongan

Tamu Undangan dari SDIT-SDIT se-wilayah eks Karesidenan Pekalongan

Salah satu tampilan dari adik-adik TKIT Ulul Albab

Tamu Undangan di meja resepsionis

H. Edi Supardi (salah satu donatur) disambut oleh Ir Ariston

Dari kiri ke kanan: Ust HM Solehudin MA (Ketua YP2SI Al-Ummah Pekalongan), Drs Sukro Muhab MSi (Ketua JSIT Indonesia), utusan Dinas Pendidikan, Ir HM Muchlis Ariston (arsitek bangunan SMPIT) dan KH Abdul Azhim al-hafizh (pengasuh pesantren ABSP)

Drs. Bambang Subekti (Kepala SMPIT ABSP) di tengah tamu undangan

Drs. Sukro Muhab, M.Si memberikan sambutannya

Sabtu, 16 Juni 2012



Kalender Akademik SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan Tahun Pelajaran 2012/2013, masuk awal tahun pelajaran akan dimulai pada Senin, 16 Juli 2012. Pada awal masuk tahun ajaran selama satu pekan seluruh santri/siswa baru akan mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS).
MOS di SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan akan dilaksanakan dengan model khas ABSP yang berbeda dengan MOS sebagaimana pada umumnya sekolah.  













Sabtu, 25 Februari 2012

Pengumuman PSB Gelombang I

Posted by Unknown On 17.58 No comments


PSB Perdana PPTQ SMPIT ABSP



Setelah dilaksaanakan seleksi penerimaan santri baru (PSB) PPTQ SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan pada hari Ahad, 19 Februari 2012, Ketua Panitia PSB SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan mengumumkan Calon Santri/Siswa Baru PPTQ SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan sebagai terlampir dibawah ini.
PPTQ SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan insya Allah akan beroperasi mulai tahun ajaran depan yaitu TA 2012/2013.






Sabtu, 04 Februari 2012


DOKUMENTASI PELETAKAN BATU PERTAMA ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN 4 FEBRUARI 2012

Pembnagunan Kawasan Assalaam Boarding School Pekalongan (ABSP)  yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama kini segera akan terwujud. Sabtu, 4 Februari 2014 ditengah-tengah musim hujan dan beceknya lahan pembangunan Kawasan ABSP mulai dilaksanakan dengan ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Kawasan ABSP oleh Walikota Pekalongan Dr. Basir Achmad, Ketua YP2SI Al-Ummah HM. Solehudin MA, Penasehat Yayasan, dan beberapa tokoh Kota Pekalongan lainnya.





Minggu, 01 Januari 2012

Sekolah Islam Terpadu (SIT)

Posted by Unknown On 14.45 2 comments
Sekolah Islam Terpadu (SIT)


Di tengah keterpurukan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia, upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas perlu terus dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Salah satu upaya mewujudkan idealisme pendidikan tersebut ialah melalui penyelenggaraan Sekolah Islam Terpadu (SIT).
Sekolah Islam Terpadu menawarkan satu model sekolah alternatif. SIT adalah Sekolah yang mencoba menerapkan pendekatan penyelenggaraan yang memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum. Dengan pendekatan ini, semua mata pelajaran dan semua kegiatan sekolah tidak lepas dari bingkai ajaran dan pesan nilai Islam.
SIT juga berupaya mengoptimalkan peran orangtua dan masyarakat dalam proses pengelolaan sekolah dan pembelajaran. Orangtua dilibatkan secara aktif untuk memperkaya dan memberi perhatian yang memadai dalam proses pendidikan putera-puteri mereka. Sementara itu, kegiatan kunjungan ataupun interaksi ke luar sekolah merupakan upaya untuk mendekatkan peserta didik terhadap dunia nyata yang ada di tengah masyarakat.
SIT juga menekankan keterpaduan dalam metode pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Implikasi dari keterpaduan ini menuntut pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kaya, variatif, dan menggunakan media serta sumber belajar yang luas dan luwes.
Sekolah Islam Terpadu diselenggarakan berdasarkan konsep "one for all". Artinya, dalam satu atap sekolah peserta didik akan mendapatkan pendidikan umum, pendidikan agama, dan pendidikan ketrampilan. Pendidikan umum mengacu kepada kurikulum nasional yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Pendidikan agama menekankan pendidikan aqidah, akhlak, dan ibadah yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari, menumbuhkan biah solihah di lingkungan sekolah dan qudwah hasanah oleh seluruh guru dan karyawan sekolah. Adapun pendidikan ketrampilan dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler yang menyediakan beragam pilihan kegiatan yang seluruhnya mengacu kepada prinsip-prinsip ketrampilan hidup (life skill).
Istilah 'Terpadu' dalam Sistem Pendidikan Islam Terpadu dimaksudkan sebagai penguat (taukid) bagi Islam itu sendiri. Maksudnya adalah Islam yang utuh, menyeluruh, integral bukan parsial, syumuliyah bukan juz'iyah. Hal ini menjadi semangat utama dalam gerak dakwah di bidang pendidikan sebagai 'penangkal' terhadap pemahaman sekuler, dikotomi, dan juz'iyah. Selama ini ada segenap orang Islam yang memahami Islam hanya sekedar mengurusi sholat, masjid, aqidah, pahala, dan dosa. Sementara urusan sosial, pendidikan, politik, budaya adalah urusan dunia yang tidak Islami, bahkan bid'ah dholalah dan sebagainya. Pemahaman semacam ini perlu diluruskan karena menjadikan generasi muslim selalu terbelakang dalam setiap aspek kehidupan, menjadikan muslim selalu terpuruk dan tercabik-cabik. Sistem Pendidikan Islam Terpadu berupaya untuk mencerahkan pemahaman keilmuan dan membawa bangkitnya ruh Islam dalam setiap sendi kehidupan.
Sistem Pendidikan Islam Terpadu dibangun dengan paradigma keilmuan yang utuh, berlandaskan pada filosofi 'Ilmullah'. Dia-lah yang telah menciptakan alam ini dengan sempurna. Ciptaan-Nya satu sama lain saling terkait dan masing-masing mempunyai manfaat yang berbeda, tetapi semua tunduk dengan sunatullah yang Allah tetapkan atasnya. Allah yang menciptakan sehingga Dia Maha Mengetahui segalanya. Oleh karena itu, Allah sebagai sumber ilmu pengetahuan, Allah sebagai Al Aliim.
Melalui Standar Konsep Sekolah Islam Terpadu diharapkan bisa menjadi acuan  dan pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan yang memberikan alternatif jawaban di tengah kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dan berbasis keislaman.    


Sumber: Pendahuluan, Buku : Standar Mutu Sekolah Islam Terpadu JSIT
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube