Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2013

PROFIL YP2SI AL-UMMAH KOTA PEKALONGAN
1. Sejarah dan Latar Belakang
 
Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Insani (YP2SI) Al-Ummah  Pekalongan didirikan dengan sebuah tekad untuk mengembangkan da’wah di Pekalongan dan sekitarnya melalui lembaga formal berbadan hukum. Pada era sebelum yayasan berdiri aktifitas dakwah dilakukan melalui sekolah-sekolah, majlis taklim, pelatihan, kursus, silaturahim tokoh dan pembinaan remaja masjid bekerjasama dengan Remaja Masjid Al-Karomah (REMAKA) Tirto Kota Pekalongan. Tahun 1995 gagasan untuk mendirikan lembaga berbadan hukum sebagai sarana menampung visi, misi, ide dan kreatifitas dalam mengembangkan program dakwah yang manhajiyah direalisasikan dengan didirikannya Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (YP2SI) Al Ummah.  Tanggal 1 Nopember 1995 dengan Akta Notaris nomor 2 dari Kantor Notaris Sopirman Suparman SH YP2SI Al Ummah secara resmi berdiri sebagai lembaga yang berbadan hukum. Trio aktifis yang dibesarkan sebagai aktifis dakwah kampus pada era rezim orde baru, Drs. Solikhin DR, MPH, Apt alumni S1 dan S2 UGM, Salafudin M.Si alumni S1 MIPA Universitas Diponegoro dan S2 UGM,  dan Ust Abdul Adzim Al Hafidz alumni Pondok Pesantren Tahfidz di Bogor membidani lahirnya yayasan di Pekalongan tersebut dengan masing-masing menempati posisi sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Mengikuti regulasi peraturan perundangan yang dibuat pemerintah untuk mengatur keberadaan ormas (termasuk yayasan), YP2SI Al Ummah telah melakukan registrasi ulang dengan berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 1 November 2007 dari Kantor Notaris: Raden Sukoco, SH pada Kementrian Hukum dan Perundangan. Sejak 1995 YP2SI Al Ummah secara bergantian dipimpin anak-anak muda yang memiliki integritas tinggi untuk memunculkan ide kreatif dalam da’wah Islam, tercatat Solikhin DR, Salafuddin, Syaiful Imron, Nur Ali Azis dan Sholahuddin masing-masing telah berperan secara bergantian membangun YP2SI Al Ummah menjadi lembaga yang memiliki fungsi nasyrul fikrah, pengembangan potensi dan sebagai lembaga rujukan.

Raudhatul Athfal Islam Terpadu (RAIT/TKIT) Ulul Albab di Pesindon merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan YP2SI Al Ummah pada tahun 2000. Bertempat pada gedung milik Ibu Hj. Latifah Jahri di Jl. Hayam Wuruk, Pesindon Gg 1A/14 Bendan Kota Pekalongan kegiatan belajar mengajar telah dilakukan hingga saat ini. Tahun 2001 dibawah kepemimpinan ustadz Saiful Imron Akt, YP2SI Al Ummah mendirikan SDIT Ulul Albab Pekalongan dengan lokasi kegiatan belajar mengajar di rumah tempo doeloe milik keluarga Bp. Sutrisno Bakhir yang berada satu komplek dengan gedung RAIT/TKIT. Pengembangan kelas dilakukan pada tahun 2002 dengan mendirikan 2 ruang kelas diatas tanah milik Bp. Sutrisno Bakhir, hingga saat ini di lokasi tersebut telah dikembangkan dan dibangun gedung berlantai dua (Kampus 1 SDIT Ulul Albab Pekalongan, Pesindon). 
Tingginya minat masyarakat muslim Pekalongan dan sekitarnya pada pendidikan Islam alternatif menjadikan SDIT dan RAIT/TKIT Ulul Albab tidak mampu menampung permintaan masyarakat. Memperhatikan hal tersebut dan mengacu pada visi pengembangan dakwah yayasan maka pada tahun 2004 YP2SI Al Ummah mendirikan TKIT Ulul Albab 2 dengan kontrak gedung di Jl. KH. Mansyur, Gang 1 Bendan Pekalongan Barat yang selanjutnya pindah ke gedung milik yayasan di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan. Pada waktu yang sama SDIT membutuhkan perluasan untuk pengembangan kelas, namun tidak mungkin dilakukan di Pesindon karena keterbatasan lahan. Tahun 2004 YP2SI Al Ummah melakukan komunikasi dengan Yayasan Al Ishlah pengelola gedung dan tanah wakaf dr. Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan), Hj. Aminah (Ibunda Basyir Ahmad),  H. Edy Supardi, dr. Jazuli Kurdi dan H. Abdul Aziz di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan untuk menggunakan komplek bangunan Pesantren Al Ishlah di lokasi tersebut untuk tempat kegiatan belajar mengajar SDIT Ulul Albab Pekalongan. Disetujui penggunaan gedung Al Ishlah di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan oleh SDIT Ulul Albab selanjutnya kegiatan belajar mengajar Kelas 3 – 6 dan TKIT Ulul Albab 2 dilakukan di lokasi tersebut hingga sekarang ( Kampus 2 SDIT Ulul Albab, Keraton).
Tahun 2008 YP2SI Al Ummah dalam kendali ketua Dr. Nur Ali Aziz membeli lahan 1,2 ha yang dipersiapkan untuk pendirian Pesantren Tahfidzul Qur’an dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT). Dikarenakan kendala dana, sarana dan prasarana pada saat itu menjadikan rencana pendirian SMPIT di tunda. Dan dengan didukungan dari berbagai pihak, YP2SI  Al-Ummah dibawah H.M. Sholahudin, M.A. pada tahun 2012 merealisasikan pendirian Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) dan Sekolah Menengah Islam Pertama Islam Terpadu (SMPIT) ASSALAAM Boarding School Pekalongan

2.     Visi-Misi Yayasan

Dalam upaya mewujudkan keberhasilan dakwah lembaga, maka yayasan telah memiliki visi-misi yang jelas sebagai mana tercamtum dalam akta pendidrian yaitu:

Visi yayasan : Menjadi lembaga dakwah yang berperan dalam meningkatkan kualitas ummat.
Misi Yayasan :          
  • Membangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kualitas diri
  • Mendorong semangat berwiraswasta, meningkatkan ketrampilan dan pengembangan sumber daya manusia.
  • Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat
  • Menyelenggarakan pendidikan formal maupun non formal dan pengembangan sumber daya manusia.
  • Menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai Islam secara luas bagi ummat.
  • Melakukan pembinan terhadap generasi muda
  
3.     Misi Pendidikan YP2SI Al Ummah

  • Membentuk generasi yang memiliki aqidah yang kuat, berkarakter, cerdas dan kreatif, santun dan berbudi luhur, sehat, kuat, berpengetahuan dan trampil melalui proses pendidikan terpadu, seimbang dan berkelanjutan
  • Menyelenggarakan pendidikan prasekolah yang mampu memberikan stimulasi efektif bagi perkembangan aspek mental-kognitif, moral, fisik, dan sosial peserta didik agar dapat mencapai perkembangan secara optimal
  • Menyelenggarakan pendidikan dasar islam yang mampu membentuk karakter peserta didik sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan prilaku sesuai dengan tuntutan asas-asas pendidikan anak dalam Islam.
  • Menyelenggarakan pendidikan menengah islam yang mampu memberikan bekalan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang mengantarkan peserta didik untuk menjadi kader-kader da’wah dan siap memasuki gerbang pendidikan selanjutnya
  • Menyelenggarakan kegiatan da’wah dan pendidikan diniyah islamiyah melalui kegiatan yang efektif dan maslahah

4.     Karakter Nilai yang Dibangun Yayasan

  • Amanah, menunaikan tugas dengan penuh tanggung jawab
  • Ukhuwah, menjalin kerjasama secara efektif
  • Khidmah, mengedepankan bantuan dan pelayanan
  • Hibroh, meningkatkan kemampuan profesional
  • Da’wah, menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran

5.     Identitas yayasan
 Nama Yayasan       :   Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber daya Insani 
                                      (YP2SI) Al Ummah
 Sekretariat             :   Gedung TKIT Ulul Albab II Lantai 2 :
a.      Jalan                :    Jl. Manunggal II No. 5-6
b.      Kelurahan        :     Keraton Lor
c.       Kecamatan      :     Pekalongan Utara
d.      Kota                 :    Pekalongan
e.      Propinsi           :      Jawa Tengah

 Akte Pendirian :  Didirikan di Kota pekalongan dengan akte Notaris awal Soepirman Soetarman, SH. Nomor 2 tanggal 1 Nov 1995 diperbaharui  dengan Akte Notaris No.01 tertangal : 5 November 2007 dengan pejabat Notaris Raden Sukoco SH.
NPWP Yayasan     :     01.620.136.6-502.000


6.     Kepengurusan

Badan Pengawas               :           Drs.Sutejo SH,  Refi Rivai Akt, dan Mahfud
Dewan Pembina                :           H. Salafudin M.Si,  Drs. Solikhin DR Ap.t, MPH  dan Sukadim Al Abdul Adzim Al Hafidz
Pengurus Harian               :          
            Ketua                     :           H.M. Solehudin, M.A.
            Sekretaris I            :           Drs. Masrul Apt
            Sekretaris II           :           Arif Prabowo
            Bendahara I          :           Ridho Widarto
            Bendahara II         :           Amir Syarifudin

            Bidang Pendidikan: Abd Aziz, Dwi Kurnia, Fathia R dan Yeti Eka Erawati
            Bid.Sosial dakwah: Drs. Syamsul Bahri,  Aris Nurhamidi, M.Ag dan Dr. Indah Kurniawati
            Bid. Ekonomi         : dr. Abdul Muntholib,  Zakki Musyaffa, SH, Titut Triani
            Bidang Sarpras      : Ir. H. M. Muhlis Ariston
            Bidang ZISWAF      : Akhmad Subhan, S.Si
            Bid. Otonom          : Al Kindi Club, Buletin Al-Ummah dan Perpustakaan Al-Ummah

Kamis, 21 Februari 2013

Hafal Al-Qur'an Oke,
Bahasa Arab & Inggris Biasa,
IPTEK Tak Ketinggalan
Sebuah Gambaran Rutinitas Santri ABSP

Hambaran sawah membentang luas, padinya baru saja dipanen. Disana sini masih ada beberapa tumpukan damen (jerami). Gemericik suara aliran sungai Kalibanger sayup terdengar. Di ujung jembatan terlihat beberapa gundukan tanah merah tersebar di beberapa sudut. Tanah urugan itu belum semuanya diratakan. Seonggok Buldozer berdiri gagah di tengah hamparan tanah, dingin mematung. Langit timur Sokorejo masih gelap.

* * *
Pukul 03.30 pagi "Bangun! Bangun! Bangun!" beberapa santri membangunkan temannya Abdullah, santri putra kelas 8, dan teman-temannya bergegas bangun, merapikan tempat tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi. Tak lama kemudian berwudhu dan dan bergegas menuju masjid untuk melakukan Qiyamullail bersama.

Disudut lain di asrama putri, para santriwati telah melaksanakan Qiyamullail secara berjamaah di ruang Aula Asrama putri. Aisyah salah satu santri senior, menjadi imamnya. Santri yang bercita-cita menjadi guru dan juga sebagai da'i ini baru hafal 15 Juz. Ia mentargetkan selesai hafalannya saat lulus SMA. Suaranya agak lirih tertahan, namun merdu dan enak didengarkan saat ia menjadi imam.

Adzan subuh masih 30 menit lagi, masjid telah ramai oleh para santri. Mereka duduk dibeberapa sudut. Ada yang dibawah tangga, adapula yang di teras masjid. Riuh alunan tilawah Al-Qur'an bersahutan.

Beberapa saat kemudian adzan subuh dikumandangkan. Para santri, ustadz, juga warga sekitar pondok segera berdiri untuk melaksanakan sholat fajar. Mereka berbaur tanpa mengenal perbedaan. Kemudian sholat subuh berjama'ah dilaksanakan dan dilanjutkan dengan zikir bersama membaca wirid Al-Ma'tsurat Sughro.

Usai sholat subuh dan berzikir, kembali para santri mengambil tempat favoritnya masing-masing. Sebagian bertebaran di berbagai sudut masjid dan lingkungan pondok. Sebagian yang lain mengambil tempat di gazebo-gazebo. Apa yang mereka kerjakan? Oh, ternyata mereka sedang asyik menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an. Subhanallah...

Sementara itu ustadz Abdul Adzim Al hafidz, Ustadz Very Setiawan Lc serta para ustadz lainnya telah siap di tempatnya. Para santri mulai berkelompok, membentuk barisan tiap 15 santri. Dengan tertib mereka antre menyetorkan hafalan masing-masing.

Abdullah, meski baru kelas 8 termasuk santri yang hampir menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30-juznya. Ia maju menghadap ustadz lebih dahulu menyetorkan hafalannya pagi itu. Abdullah sudah terbiasa setiap hari setor hafalan 1 halaman. Pagi itu ia menghadap ustadz Abdul Adzim selaku musyrifnya. Rupanya pagi ini ia setor lebih dari 1 halaman, karena semalam ia bangun lebih awal dibanding santri lainnya. Inilah hikmah mendapat giliran bertugas membangunkan santri. Jadi dia punya kesempatan menghafal lebih lama dan lebih banyak. Ia adalah santri yang sangat istimewa, bertekad menyelesaikan seluruh hafalannya saat lulus SMP. Cita-citanya ingin menjadi da'i yang juga arsitek.

Pukul 06.00 para santri melanjutkan aktifitas pribadinya masing-masing; mandi, makan dan persiapan untuk masuk jam sekolah selanjutnya.

Pukul 06.45  dengan diiringi suara radio pondok yang mendendangkan nasyid "Dhuha'una" para santri bergegas masuk ruang masjid dan aula untuk melaksanakan sholat dhuha secara berjamaah dan dilanjutkan asma'ul husna dan wirdhus shobah (wirid dan do'a pagi).

Pukul 07.00 : Semua santri masuk kelas masing-masing. Mereka belajar dengan senangnya, karena sekolah menggunakan pendekatan pembelajaran multiple intelligences (MI), dan juga dengan sistem moving class. Filosofinya "siswa mendatangi guru, bukan guru mendatangi siswa" sekaligus untuk mengurangi kebosanan di kelas. Mereka belajar sesuai Kurikulum Nasional (KTSP) dan Kurikulum Diniyah/Pesantren.

Kurikulum Nasional (KTSP) antara lain meliputi mata pelajaran : PKn, IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi), Matematika, IPA (Fisika, Kimia, Biologi), Bhs Indonesia, Bahasa Inggris, SBK, TIK, Penjaskes, dan Batik. Sedangkan Kurikulum Diniyah/Pesantren antara lain meliputi : Al-Qur'an/Hadits, Aqidah/Akhlak, Fiqh, Siroh Nabawiyah, Bahasa Arab (Qowaid, Shorof, Imla'/Khot).

Sementara itu santri yang masuk kelas i'dad (kelas persiapan) dari program 4 tahun, terus melanjutkan program pembelajarannya dengan program khusus tahfidzul qur'an dan materi-materi diniyah lainnya.

Pukul 14.00 : Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  di Kelas reguler berakhir, para santri/siswa istirahat di asrama masing-masing.

Pukul 15.00 : Sholat ashar berjamaah, sehabis sholat ashar, para santri mengikuti program Tahfidzul Qur'an lagi, mereka mulai berkelompok berpasang-pasangan, masing-masing 2-3 (dua sampai tiga) santri. Dengan di dampingi  oleh Musyrifnya masing-masing mereka murojaah (mengulang-ngulang) hafalannya. Satu santri menghafal dan satu santri lainnya menyimak dan membetulkan bila salah. Mereka bergantian murojaah hafalan Al-Qur'an hingga pukul 16.00. 

Pukul 16.00 : Kurang lebih satu jam, para santri melakukan berbagai aktifitas pilihannya masing-masing pada kelas-kelas ekstrakurikuler, baik ekstra akademik, eskstra seni, maupun ekstra olahraga, serta sebagian mengikuti kegiatan Tahfidzul Qur'an Takhasus. Ada juga yang memasuki lab-lab baik lab Komputer ataupun lab-lab IPA. Ada juga yang melakukan aktifitas penelitian di alam juga di masyarakat. Ada juga sebagian diantaranya bertugas mengelola tanaman di taman sekolah serta aktifitas-aktifitas lainnya.

Pukul 17.00 : Para santri melakukan aktifitas pribadi seperti mandi sore, bersih-bersih, dan makan malam hingga pukul 17.30. 

Pukul 17.30 : Para santri kembali ke masjid dan aula untuk memulai aktifitas malamnya, sambil menunggu sholat magrib berjamaah mempersiapkan hafalan dan menghafalkan Al-Qur'an.

Pukul 18.00 : Sholat magrib berjamaah, dilanjutkan dengan wirid Al-Ma'tsurat sugro, dan diteruskan dengan mengikuti program Tahsin dan Tilawah bersama musyrif masing-masing. Masing-masing santri menghadap para musyrif secara bergiliran untuk membetulkan bacaannya. Bersamaan dengan Tahsin bada magrib ini, santri juga ditargetkan masing-masing tilawah Al-Qur'an 1 Juz.

Pukul 19.00 : Santri sholat Isya' berjamaah dan wirid, dilanjutkan mengikuti program Tazwidhullughoh dan Tazwidhul Mufrodat (untuk Bahasa Arab), dengan program ini diharapkan santri mampu menguasai percakapan dalam bahasa Arab.

Pukul 19.30 :  Santri memasuki kelas malam kurang lebih setengah jam, dengan program English Night, dengan program ini para santri diharapkan mampu menguasai percakapan dalam bahasa Inggris.

Pukul 20.00 : Agenda belajar secara mandiri. Para santri belajar, mengulang, dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah. Disamping itu secara terjadwal diadakan pembimbingan khusus, seperti bimbingan belajar matematika dan IPA. Kegiatan ini berlangsung hingga jam 21.30 s/d 20.00.

Kurang lebih lima belas menit sampai setengah jam sebelum tidur, bersama para wali asrama, semua santri melakukan mutabaah amal yaumi (harian) dari pagi hingga malam. Kegiatan ini ditujukan untuk memastikan bagaimana kegiatan siswa sehari apakah sudah melakukan seluruh tugas amal harian yang telah direncanakan bersama, sebagai upaya pembiasaan dan pembentukan 10 karakter (muwashofat) muslim.

Para santri menikmati rutinitas hariannya dengan gembira dan penuh semangat. Menggelora motivasi mereka menyongsong peradaban Islam yang gemilang. Selain kegiatan rutin harian itu, santri juga disibukkan dengan berbagai kegiatan rutin pekanan, seperti Halaqoh Tarbiyah, pidato bahasa Arab-Inggris, Ekstrakurikuler di hari Sabtu seperti Pramuka SIT, Kelas Bisnis, PBB Kreatif, Beladiri, Nasyid, KIR, Jurnalistik, Qiro'ah dan Tilawah, Broadcasting, dan lain-lain. Semua program itu dirancang dalam rangka mempersiapkan generasi baru yang memiliki hafalan Al-Qur'an, namun ia juga bisa berbahasa Inggris dan Arab, menguasai IT dan IPTEK, mandiri, dan memiliki 'syaksiyah islamiyah kamilah mutakamillah'. 

* * *

Mimpi besar itu, kini mulai diwujudkan. Sejak Selasa, 16 November lalu telah dimulai proses pengurugan lahan Assalaam Boarding School Pekalongan.

Ustadz Sholehudin MA (Ketua YP2SI Al-Ummah), ustadz Abdul Adzim Al Hafidz (mas'ul program tahfidzul qur'an), Drs. Bambang Subekti (salah satu ustadz), Ir. HM. Muhlis Ariston (sang arsitek pembangunan), ustadz Salafudin, M.Si (pembina yayasan), Aji Syuryo A.Md dan H. Edy Supardi (penasehat yayasan) bersama beberapa warga berdiri di atas jembatan yang belum sepenuhnya jadi. Mereka memandangi hamparan tanah merah yang sedang diratakan di lahan serluas 1,2 hektar itu. Lalu lalang dan deru mesin truk pengangkut tanah tak menghalangi mereka yang sedang merealisasikan mimpi-mimpi besarnya.

Semoga Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Assalaam Boarding School Pekalongan bisa mulai aktifitas pembelajarannya pada tahun pelajaran 2012/2013. (Naskah Mas Bekti, Foto : Nurhadi dan dari berbagai sumber). 











             










Ditulis oleh : Bambang Subekti 
Sumber : Buletin Al-Ummah, Edisi Muharram 1433 / Desember 2011 


Admin : Tulisan ini ditulis pada bulan Desember 2011 sebagai perencanaan awal sebelum beroperasinya SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan yang dimulai pada bulan Juli 2012, dan telah di edit di beberapa kalimat yang ada untuk penyesuaian.

Senin, 16 Juli 2012

SEJARAH SINGKAT PENDIRIAN PPTQ SMPIT ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN


I.  PENDAHULUAN

Memudarnya kecemerlangan pendidikan Islam sesungguhnya sudah terjadi sejak ratusan tahun yang silam. Salah satu sebab utama layunya intelektualisme Islam adalah saat dunia pendidikan Islam terjadi dikotomi keilmuan; terbelahnya ilmu agama (‘ilmu diniyah) dengan ilmu dunia (‘ilmu dunya), dikotomi antara wahyu dan alam, serta dikotomi antara wahyu dan akal. Dikotomi yang pertama telah melanggengkan supremasi ilmu-ilmu agama yang berjalan secara monotomik. Dikotomi kedua telah menyebabkan kemiskinan penelitian empiris dalam pendidikan Islam. Dikotomi yang ketiga telah menjauhkan filsafat dari pendidikan Islam.

        Disisi lain, globalisasi dunia yang tengah berlangsung, membuat seluruh negera membuka diri seluas-luasnya. Dengan canggihnya system informasi dan teknologi, interaksi antar bangsa satu dengan bangsa-bangsa lain di dunia semakin intensif dan nyata. Baik interaksi fisik, budaya maupun konsep-konsep pemikiran. Hal ini berakibat semakin mudahnya budaya asing dengan segala pengaruhnya masuk ke negeri kita tercinta ini. Di satu sisi pengaruh positip sangat kita harapkan, namun pada sisi lain ada pengaruh negatif yang ikut mempengaruhi pada arus budaya tersebut. Dan celakanya, pengaruh negatif tersebut sering lebih menarik untuk ditiru dan diserap oleh masyarakat kita. Tentu hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan akidah dan akhlak, terutama anak-anak dan remaja generasi harapan kita.

      Untuk mengantisapi kecenderungan negatif tersebut, perlu dicari solusi alternatif pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai Islam sedini mungkin dan mempunyai karakteristik: kesatuan yang utuh antara peranan orang tua, sekolah dan masyarakat; memiliki materi pembelajaran yang integrative antara ilmu dan agama, dan ilmu umum (science) serta teknologi; adanya pengembangan kemampuan manusia yang menyeluruh meliputi aspek intelektual, spiritual dan ketrampilan; metodologi dan pendekatan yang integrated  bukan hanya sekedar tranfer ilmu semata tetapi juga tranfer nilai (berupa uswah) serta kerangka pengetahuan ilmu. Dengan karakteristik tersebut tercapailah tujuan yang dinginkan yaitu menciptakan manusia yang beriman, bertaqwa, yang menyadari bahwa dirinya adalah makhluk yang harus tunduk kepada al Kholiknya. Sehingga terbentuk muslim yang memiliki kepribadian Imtaq dan Iptek.

 Oleh karena itu Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Insani (YP2SI) Al-Ummah berusaha membangun sebuah model lembaga pendidikan Islam dalam bentuk Pendidikan formal berbasis Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an. Model pendidikan ini sebagai salah satu model dan solusi alternatif pendidikan Islam yang komprehensif untuk menjawab tantangan dunia pendidikan Islam saat ini. Dengan didukung oleh berbagai pihak, YP2SI Al-Ummah bersama berbagai tokoh masyarakat dan para dermawan bertekad untuk segera mewujudkan sebuah Pesantren Tahfidzul Qur’an bebasis pendidikan formal, yang insya Allah akan diberi nama “Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assalaam Boarding School Pekalongan.
PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan  akan menerapkan konsep pendidikan Islam Terpadu dengan memadukan kurikulum pendidikan nasional dengan KTSP-nya dan materi-materi Diniyah berbasis Syariah Islam Plus Tahfidzul Qur’an. Semua itu diimplementasikan dalam kegiatan yang terencana, terprogram rapi, terarah, bervariasi, dan didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten, serta dikelola secara profesional dan akuntabel.
Dalam rangka merealisasikan cita-cita dan tujuan-tujuan tersebut, para pengurus senantisas berikhtiar untuk mencari dukungan dari masyarakat dan para Dermawan/Donatur baik dukungan moral maupun  materiil untuk segera terwujudnya pembangunan Komplek PPTQ Assalaam Boarding School Pekalongan yang pembangunannya  akan dilaksanakan disebuah lahan seluas 1,2 ha yang berada di Jl. Ir. Sutami, Kalibanger KM-1 Kelurahan Sokorejo Kota Pekalongan.

II. SEJARAH SINGKAT

Adalah Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Insani (YP2SI) Al-Ummah  Pekalongan yang berdiri berawal dari sebuah perjalanan dakwah yang dibangun atas dasar kesemangatan dan keikhlasan oleh Trio Aktifis Dakwah yang dibesarkan sebagai aktifis Dakwah Kampus. Mereka adalah Ustadz H. Salafudin M.Si lulusan S2 UGM Jogja,  Ustadz Drs. Solikhin DR, Apt. lulusan UGM dan Ust Abdul Adzim Al Hafidz lulusan sebuah Pondok Pesantren di Bogor. Dengan semangat berdakwah dan bermodalkan keikhlasan ketiganya berupaya mengembangkan program dakwahnya melalui pendekatan ke sekolah-sekolah, taklim-taklim di masyarakat dan silaturahim tokoh serta pembinaan Remaja Masjid terutama di Remaja Masjid Al-Karomah (REMAKA) Tirto Kota Pekalongan.

Upaya yang dilaksanakan rupanya semakin banyak diminati oleh masyarakat. Akhirnya mereka mempunyai ide untuk mendirikan sebuah lembaga masyarakat secara formal untuk menampung gagasan, ide dan visinya dalam mengembangkan program dakwahnya yaitu dengan mendirikan sebuah Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (YP2SI) Al Ummah pada tahun 1995, tepatnya berdiri pada tanggal 1 Nopember 1995 yang tercatat dalam Akta Notaris : Sopirman Suparman SH nomor 2. Pada saat itu Drs. Solikhin DR sebagai ketua, Sekretaris Ustadz Salafudin dan Bendahara Ustadz Abdul Azim Al Hafidz (Saat ini YP2SI Al-Ummah telah dicatatkan kembali dalam Akta Notaris : Raden Sukoco, SH No. 6 tanggal 1 November 2007).

Dari mulai tahun itulah semakin nampak kegiatan-kegiatan dakwah, sehingga pengurus yayasan semakin ditantang ide dan visinya untuk mendirikan lembaga pendidikan formal sebagai bentuk tanggung jawab dan tuntutan yang dirasakan masyarakat akan pentingnya lembaga pendidikan yang mempunyai karakteristik khusus.

Maka pada tahun 2000 didirikanlah Raudhatul Athfal Islam Terpadu (RAIT) Ulul Albab yang bertempat di Jl. Hayam Wuruk, Pesindon Gg 1A/14 Bendan Kota Pekalongan menempati sebuah gedung yang difasilitasi seorang Dermawan Ibu Hj. Latifah Jahri (alm). Kemudian pada Tahun 2002 pada saat Ketua Yayasan dijabat Ustadz Saiful Imron, Akt (seorang pegawai Kantor PBB) dan Ketua Bidang Pendidikannya Ustadz H.M. Sholahudin didirikanlah SDIT Ulul Albab Pekalongan, dan kemudian diatas Tanah Wakaf yang dibelikan oleh Keluarga Besar Ibu Hj. Latifah Bahir berdirilah sebuah gedung megah berlantai dua yang sekarang terkenal dengan sebutan Kampus 1 SDIT Ulul Albab Pekalongan.  Mengikuti permintaan dan kebutuhan masyarakat pada saat itu, pada Tahun 2004 didirikan lembaga baru lagi yaitu TKIT Ulul Albab 2.

Perkembangan SDIT Ulul Albab berjalan cukup pesat dan mendapatkan kepercayaan dan animo yang besar dari masyarakat, maka daya tampung Kampus di Pesindon tidak mencukupi lagi. Maka para aktifis dakwah Tarbiyah melakukan berbagai komunikasi dengan berbagai pihak, dan atas ijin dan pertolongan Allah SWT, Yayasan Al Ishlah Pekalongan yang mengelola Gedung dan Tanah Wakaf dari Dr. Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan), Hj. Aminah (Ibunda Basyir Ahmad),  H. Edy Supardi (Tokoh Masyarakat) dan Dr. Jazuli Kurdi (Direktur RS Khadijah) memfasilitasi YP2SI Al-Ummah untuk menggunakan Komplek Bangunan Pesantren Al Ishlah yang berada di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan, dan dipergunakan sebagai tempat kegiatan pembelajaran SDIT Ulul Albab Pekalongan (untuk Kelas 3 – 6) dan Gedung TKIT Ulul Albab 2 yang sekarang dikenal sebagai Kampus 2 SDIT Ulul Albab Pekalongan.

Kemudian pada Tahun 2008, dibelilah sebidang petak tanah persawahan seluas 1,2 ha yang akan dipersiapkan untuk pendirian Pesantren Tahfidzul Qur’an dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT). Pada Tahun itu pula, untuk memenuhi tuntutan wali murid dan masyarakat Kota Pekalongan, YP2SI Al Ummah saat dibawah Ketua Yayasan Dr. Nur Ali Aziz telah dirintis untuk pendirian SMPIT. Namun karena terbentur masalah sarana dan prasarana, rintisan pendirian itu dengan terpaksa di tunda.

Saat ini dengan keyakinan tinggi disertai dengan harapan dan dukungan dari berbagai pihak serta pertolongan Allah SWT, YP2SI  Al-Ummah dibawah Ketua Yayasan H.M. Sholahudin, M.A. bertekad untuk merealisasikan cita-cita yang telah lama ada ini untuk direalisasikan, dengan target Tahun Pelajaran 2012/2013 telah ada kegiatan pembelajaran.

Insya allah pengabdian di dunia pendidikan dilanjutkan dengan berdirinya Pesantren Tahfidzul Qur’an yang diberi nama Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN. 
Assalaam Boarding School Pekalongan

Latar Belakang

Kejayaan pendidikan Islam dan dominasi intelektualitas Islam terjadi jika sudut pandang Islam yang syamil, integral dan terpadu menjadi ruh dalam pengembangan pendidikan. Lahirnya intelektual muslim visioner dalam segala bidang pada abad pertengahan, berkembangnya ilmu pengetahuan di Bagdad dan peradaban Islam di Qordoba terjadi karena ditunjang oleh luasnya ruang eksplorasi, berpikir dan berkarya yang dikerangkai dengan keyakinan yang kuat terhadap Islam, tidak ada dikotomi yang memisahkan antara urusan dunia dan urusan agama.

Maka menjadi sangat faktual jika seorang Ibnu Sina menjadi sosok intelektual yang brilian dalam dunia kedokteran disaat yang sama juga sebagai seorang alim dalam urusan agama, dua sisi yang saling menguatkan. Syakhsiyah Islamiyah (pribadi islami) demikian yang harus dimunculkan pada saat ini untuk membenahi kemunduran dan kerusakan masyarakat yang berawal dari munculnya dikotomi dalam pendidikan dan kehidupan pada umumnya.

Disisi lain, globalisasi menjadikan antar negara saling terbuka dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Perkembangan teknologi informasi menjadikan interaksi antar masyarakat dunia semakin intensif dan nyata tanpa terkotak dengan batasan geografis. Hal demikian menjadikan derasnya arus pengaruh budaya, perilaku, pemikiran asing ke negeri Indonesia tercinta. Pengaruh positif yang konstruktif sangat dibutuhkan dalam membangun peradaban negeri namun pengaruh yang negatif dan berbahaya bagi peradaban terutama keselamatan aqidah dan akhlak harus dicegah dan dimatikan. Pencegahan pengaruh negatif dapat dilakukan dengan regulasi kebijakan oleh pemerintah dalam skala masif sistemik dan penguatan ketahanan internal pada setiap muslim dalam skala individual. Kuatnya ketahanan internal seorang muslim akan mempengaruhi daya tahan dalam menghadapi terpaan pengaruh yang begitu deras. Bak pertahanan tubuh, jika imunitas tubuh kuat maka serangan penyakit akan sulit berpengaruh pada tubuh, namun jika imunitas lemah maka penyakit akan mudah menjangkit. Seterusnya secara simultan dengan semakin banyak individu-individu yang memiliki ketahanan internal kuat akan menjadi masyarakat muslim yang kuat.

Pembentukan syakhsiyah Islamiyah yang memiliki ketahan internal kuat merupakan misi YP2SI Al Ummah yang telah direalisasikan dan dikembangkan melalui program pembinaan non formal (tarbiyah) dan pendidikan formal (PAUD, TKIT dan SDIT).  Dalam rangka mengokohkan misi tersebut pada tahap selanjutnya YP2SI Al-Ummah bertekad mengembangkan model lembaga pendidikan formal berbasis Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an. PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan menerapkan konsep pendidikan Islam terpadu dengan memadukan kurikulum pendidikan nasional dan materi-materi diniyah plus tahfidzul Qur’an dalam asrama. Dalam rangka merealisasikan tujuan YP2SI Al Ummah akan mendirikan PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan pada lahan seluas 1,4 ha yang berlokasi di Jl. Ir. Sutami, Kalibanger KM-1 Kelurahan Sokorejo Kota Pekalongan.


SEKILAS SEJARAH

Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Insani (YP2SI) Al-Ummah  Pekalongan didirikan dengan sebuah tekad untuk mengembangkan da’wah di Pekalongan dan sekitarnya melalui lembaga formal berbadan hukum. Pada era sebelum yayasan berdiri aktifitas dakwah dilakukan melalui sekolah-sekolah, majlis taklim, pelatihan, kursus, silaturahim tokoh dan pembinaan remaja masjid bekerjasama dengan Remaja Masjid Al-Karomah (REMAKA) Tirto Kota Pekalongan. Tahun 1995 gagasan untuk mendirikan lembaga berbadan hukum sebagai sarana menampung visi, misi, ide dan kreatifitas dalam mengembangkan program dakwah yang manhajiyah direalisasikan dengan didirikannya Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (YP2SI) Al Ummah.  Tanggal 1 Nopember 1995 dengan Akta Notaris nomor 2 dari Kantor Notaris Sopirman Suparman SH YP2SI Al Ummah secara resmi berdiri sebagai lembaga yang berbadan hukum. Trio aktifis yang dibesarkan sebagai aktifis dakwah kampus pada era rezim orde baru, Drs. Solikhin DR, MPH, Apt alumni S1 dan S2 UGM, Salafudin M.Si alumni S1 MIPA Universitas Diponegoro dan S2 UGM,  dan Ust Abdul Adzim Al Hafidz alumni Pondok Pesantren di Bogor membidani lahirnya yayasan di Pekalongan tersebut dengan masing-masing menempati posisi sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Mengikuti regulasi peraturan perundangan yang dibuat pemerintah untuk mengatur keberadaan ormas (termasuk yayasan), YP2SI Al Ummah telah melakukan registrasi ulang dengan berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 1 November 2007 dari Kantor Notaris: Raden Sukoco, SH pada Kementrian Hukum dan Perundangan. Sejak 1995 YP2SI Al Ummah secara bergantian dipimpin anak-anak muda yang memiliki integritas tinggi untuk memunculkan ide kreatif dalam da’wah Islam, tercatat Solikhin DR, Salafuddin, Syaiful Imron, Nur Ali Azis dan Sholahuddin masing-masing telah berperan secara bergantian membangun YP2SI Al Ummah menjadi lembaga yang memiliki fungsi nasyrul fikrah, pengembangan potensi dan sebagai lembaga rujukan.

Raudhatul Athfal Islam Terpadu (RAIT/TKIT) Ulul Albab di Pesindon merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan YP2SI Al Ummah pada tahun 2000. Bertempat pada gedung milik Ibu Hj. Latifah Jahri di Jl. Hayam Wuruk, Pesindon Gg 1A/14 Bendan Kota Pekalongan kegiatan belajar mengajar telah dilakukan hingga saat ini. Tahun 2001 dibawah kepemimpinan ustadz Saiful Imron Akt, YP2SI Al Ummah mendirikan SDIT Ulul Albab Pekalongan dengan lokasi kegiatan belajar mengajar di rumah tempo doeloe milik keluarga Bp. Sutrisno Bakhir yang berada satu komplek dengan gedung RAIT/TKIT. Pengembangan kelas dilakukan pada tahun 2002 dengan mendirikan 2 ruang kelas diatas tanah milik Bp. Sutrisno Bakhir, hingga saat ini di lokasi tersebut telah dikembangkan dan dibangun gedung berlantai dua (Kampus 1 SDIT Ulul Albab Pekalongan, Pesindon). 

Tingginya minat masyarakat muslim Pekalongan dan sekitarnya pada pendidikan Islam alternatif menjadikan SDIT dan RAIT/TKIT Ulul Albab tidak mampu menampung permintaan masyarakat. Memperhatikan hal tersebut dan mengacu pada visi pengembangan dakwah yayasan maka pada tahun 2004 YP2SSI Al Ummah mendirikan TKIT Ulul Albab 2 dengan kontrak gedung di Jl. KH. Mansyur, Gang 1 Bendan Pekalongan Barat yang selanjutnya pindah ke gedung milik yayasan di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan. Pada waktu yang sama SDIT membutuhkan perluasan untuk pengembangan kelas, namun tidak mungkin dilakukan di Pesindon karena keterbatasan lahan. Tahun 2004 YP2SI Al Ummah melakukan komunikasi dengan Yayasan Al Ishlah pengelola gedung dan tanah wakaf dr. Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan), Hj. Aminah (Ibunda Basyir Ahmad),  H. Edy Supardi, dr. Jazuli Kurdi dan H. Abdul Aziz di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan untuk menggunakan komplek bangunan Pesantren Al Ishlah di lokasi tersebut untuk tempat kegiatan belajar mengajar SDIT Ulul Albab Pekalongan. Disetujui penggunaan gedung Al Ishlah di Jl. Manunggal II No. 5-6 Kraton Lor Pekalongan oleh SDIT Ulul Albab selanjutnya kegiatan belajar mengajar Kelas 3 – 6 dan TKIT Ulul Albab 2 dilakukan di lokasi tersebut hingga sekarang (Kampus 2 SDIT Ulul Albab, Keraton).

Tahun 2008 YP2SI Al Ummah dalam kendali ketua Dr. Nur Ali Aziz membeli lahan 1,2 ha yang dipersiapkan untuk pendirian Pesantren Tahfidzul Qur’an dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT). Dikarenakan kendala dana, sarana dan prasarana pada saat itu menjadikan rencana pendirian SMPIT di tunda. Dengan keyakinan tinggi disertai harapan dan dukungan dari berbagai pihak, YP2SI  Al-Ummah dibawah H.M. Sholahudin, M.A. bertekad untuk merealisasikan pendirian PPTQ SMPIT ASSALAAM Boarding School Pekalongan dengan target kegiatan belajar mengajar Tahun Pelajaran 2012/2013 telah dilakukan di lokasi pondok.
Dengan bersandar pada keyakinan adanya pertolongan Allah SWT, YP2SI Al Ummah maka didirianlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) ASSALAAM BOARDING SCHOOL PEKALONGAN.

Visi Misi, Tujuan dan Karakteristik 

Visi      :
Terwujudnya generasi Qur’ani pengemban risalah Islam, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, terampil dalam hidup dan siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Indikator Visi  :
1.      Siswa mampu membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an.
2.      Terbentuknya syaksiyah Islamiyah (kepribadian Islami) pada peserta didik dan semua civitas akademika.
3.      Terwujudnya kader dakwah yang tangguh
4.      Pembelajaran yang terpadu, menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.      Pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.      Pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.      Menjadi lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.

Misi     :
1.         Melaksanakan pembelajaran Al-Qur’an yang terpadu
2.         Membentuk karakter islami pada peserta didik dan semua civitas akademika
3.         Menyiapkan kader dakwah yang tangguh
4.         Melaksanakan pembelajaran secara menyeluruh dan seimbang antara aspek fikriyah, ruhiyyah dan jasadiah.
5.         Mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.
6.         Menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
7.         Menjadikan  SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan sebagai lembaga yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan islam yang terintegrasi.

Tujuan Umum :
Membina peserta didik untuk menjadi insan muttaqien yang memiliki karakter; aqidah yang bersih (salimul aqidah), ibadah yang benar (shahihul ibadah), pribadi yang matang (matinul khuluq), mandiri (qadirun alal kasbi), cerdas dan berpengetahuan (mutsaqqaful fikri), sehat dan kuat (qawiyul jismi), bersungguh-sungguh dan disiplin (mujahidun linafshi), tertib dan cermat (munazhzhom fi syu’unihi), efisien (haritsun ’ala waqtihi), dan bermanfaat bagi orang lain (nafiun lighoirihi)

Tujuan Khusus :
1.            Mencetak peserta didik memiliki hafalan Al-Qur’an 6 (enam) sampai 15 juz;
2.            Membentuk peserta didik memiliki sepuluh kompetensi bersih aqidah, matang akhlaknya, shohih ibadahnya, kuat fisiknya, intelek dan cerdas pemikirannya, berjiwa pejuang, efisien mengatur waktu, teratur semua urusannya, memiliki kemandirian dan berguna bagi orang lain;
3.            Menyiapkan peserta didik untuk menjadi  pribadi yang mampu membawa perubahan ke arah kebaikan di masyarakat;
4.            Menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi informasi;
5.            Membekali peserta didik dengan pengetahuan kewirausahaan;
6.            Membiasakan peserta didik berkomunikasi dengan bahasa arab dan bahasa inggris .

Karakteristik :
1.        Menanamkan nilai Islam dalam setiap kegiatan sekolah dan pondok.
2.        Mengintegrasikan nilai kauniyah dan qauliyah dalam kurikulum.
3.        Menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan islami.
4.        Mengedepankan keteladanan yang baik (qudwah hasanah) dalam membentuk karakter peserta didik.
5.        Menumbuhkan lingkungan yang baik (biah solihah) di sekolah dan pondok.
6.         Melibatkan peran-serta orang tua dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pendidikan.
7.        Mengutamakan ukhuwah dalam setiap interaksi antar civitas akademika.
8.        Membangun budaya rawat, resik, rapih, runut, ringkas, sehat, dan asri. (R5SA).
9.        Membudayakan profesionalitas di kalangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

10 Muwashofat (Kaarakter) :

1.        Aqidah yang Bersih (Salimul Aqidah)
Meyakini Allah SWT sebagai pencipta, pemilik, pemelihara, dan penguasa alam semesta dan menjauhkan diri dari segala fikiran, sikap dan perilaku bid’ah, khurafat dan syirik.
2.        Ibadah yang Benar (Shahihul Ibadah)
Terbiasa dan gemar melaksanakan ibadah yang antara lain meliputi : Sholat, Shoum (puasa), Tilawah Al-Qur’an, Dzikir dan do’a sesuai petunjuk Al-Qur’an dan Assunnah.
3.        Pribadi yang Matang (Matinul Khuluk)
Menampilkan perilaku yang santun, tertib dan disiplin, peduli terhadap sesama dan lingkungan serta sabar, ulet dan pemberani dalam menghadapi permasalahan hidup sehari-hari.
4.        Mandiri (Qodirun Alal Kasb)
Mandiri dalam memenuhi segala keperluan hidupnya dan memiliki bekal yang cukup dalam pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
5.        Cerdas dan Berpengetahuan (Mutsaqaful Fikri)
Memiliki kemampuan berfikir yang kritis, logis, sistematis dan kreatif yang menjadikan dirinya berpengetahuan luas dan menguasai bahan ajar sebaik-baiknya, dan cermat serta cerdik dalam mengatasi segala problem yang dihadapi.
6.        Sehat dan Kuat (Qawiyul Jism)
Memiliki badan dan jiwa yang sehat dan bugar, stamina dan daya tahan tubuh yang kuat, serta ketrampilan beladiri yang cukup untuk menjaga diri dari kejahatan pihak lain.
7.        Bersungguh-sungguh dan Disiplin (Mujahidun Linafsihi)
Memiliki kesungguhan dan motivasi yang tinggi dalam memperbaiki diri dan lingkungannya yang ditunjukkan dengan etos dan kedisiplinan kerja yang baik.
8.        Tertib dan Cermat (Munazhoman Fi Syu’unihi)
Tertib dalam menata segala pekerjaan, tugas dan kewajiban, berani dalam mengambil resiko namun tetap cermat dan penuh perhitungan dalam melangkah.
9.        Efisien (Haritsun ‘Ala Waqtihi)
Selalu memanfaatkan waktu dengan pekerjaan yang bermanfaat, mampu mengatur jadwal kegiatan sesuai dengan sekala perioritas.
10.    Bermanfaat (Nafiun Lighairihi)
Peduli kepada sesama dan memiliki kepekaan dan ketrampilan untuk membantu orang lain yang memerlukan pertolongan.


Assalaam Learning Character (ALC)

Karakter pembelajaran SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan disebut dengan Assalaam Learning Character (ALC) adalah ciri khas metode pembelajaran yang berbasis pada pendidikan berkelanjutan (tarbiyah madal hayah), dengan unsur :

1.        Islamic Integrated Learning, yakni semua pembelajaran dibingkai dengan ajaran dan pesan-pesan nilai Islam.
2.        Enterpreneurship, yakni penumbuhkembangan jiwa kewirausahaan, kemandirian, dan ketrampilan berwirausaha.
3.        Tahfizhul Qur’an Approach, yakni Tahfizhul Qur’an disamping sebagai mata pelajaran, juga sebagai pendekatan membentuk dan mempertahankan karakter baik.
4.        Creativity & Problem Solving, yakni kebiasaan peserta didik untuk menciptakan produk dan kebiasaan menyelesaikan masalahnya sendiri.
5.        Multiple Intelligences Strategy, yakni strategi pembelajaran dengan berbagai pendekatan metodologi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
6.        Student Centered Approach, yakni pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada peserta didik.
7.        Islamic Character Building, yakni pembentukan karakter peserta didik berbasis pada 10 muwashofat muslim.
8.        Life Skill, yakni pengembangan ketrampilan hidup, kemandirian, kepemimpinan, dan kerjasama.


KURIKULUM TERPADU
SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan menerapkan Kurikulum Nasional yang diperkaya dengan kurikulum tarbiyah islamiyah (pendidikan Islam). Kurikulum tarbiyah islamiyah  SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan yang dimaksud adalah tambahan  muatan: pelajaran diniyah (agama Islam), program Tahfizhul Qur’an (hafalan Al qu`an), Kepanduan /Kepramukaan, Mentoring Islamic Character Building,  dan kewirausahaan.

KURIKULUM TAHFIZHUL QUR’AN.
Kurikulum ini disusun secara mandiri oleh SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan dengan fokus pada pencapaian target hafalan Al Qur’an para peserta didik mampu menghafal Al-Qur’an 6 s/d 15 Juz Al-Qur’an.

 

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube